TERKINI POST – Pemerintah melalui Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memastikan harga barang kebutuhan pokok tetap stabil di masyarakat, pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Hal tersebut dijelaskan Mendag Ketika melakukan pemantauan harga serta ketersediaan barang kebutuhan pokok di Pasar Karang Ayu, Semarang, Jawa Tengah.
Menurutnya, Presiden Joko Widodo menginstruksikan pemerintah daerah (Pemda) membantu biaya transportasi barang kebutuhan pokok.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan
Terbitkan Laporan ESG 2025, Hikvision Dorong Pembangunan Berkelanjutan Lewat “Tech for Good”

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terutama bagi daerah yang mengalami kenaikan harga barang kebutuhan pokok lebih dari lima persen.
“Pemerintah daerah akan membantu subsidi transportasinya. Sehingga harga barang kebutuhan pokok dapat turun,” terang Mendag, melalui siaran persnya, di Jakarta, Minggu 11 September 2022.
“Jadi, ini harus menjadi perhatian jangan sampai bergejolak,” sambungnya.
Baca Juga:
For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa
Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia
Pemerintah pun terus berupaya menjaga inflasi pangan terkendali melalui berbagai upaya.
Mulai dari operasi pasar, subsidi angkutan, maupun optimalisasi program Gerai Maritim, Tol Laut, dan Jembatan Udara.
Maka, pihaknya pun optimis mampui mengendalikan gejolak harga sebagaimana upaya stabilisasi minyak goreng yang berhasil mencatatkan deflasi dalam empat bulan terakhir.
“Saya setiap hari memonitor harga barang kebutuhan pokok. Di Pasar Karang Ayu harga barang kebutuhan pokok stabil,” tuturnya.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
“Untuk telur terus mengalami penurunan, di pasar tercatat Rp27.000 per kg dan terus kita monitor,” sambungnya.***
















