TERKINIPOST.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo termasuk salah satu Pemimpin dari kalangan rakyat biasa yang dilahirkan PDIP dari sistem proporsional tertutup.
Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan hal itu saat menyatakan sikap dukungan penerapan sistem pemilu dengan sistem proporsional tertutup.
“Banyak pemimpin dari kalangan rakyat biasa yang dilahirkan PDIP, kata dia, yang semua itu lahir dari proporsional tertutup,” katanya.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Yeastar Umumkan Pemenang Yeahs Awards 2026, Apresiasi Inovasi AI dan Kesuksesan Mitra
Casio Luncurkan Jam Tangan Mekanis Berbobot Ringan dengan Tampilan Waktu yang Mudah Dibaca

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu dia pun merinci sejumlah nama, yaitu Bambang Pacul, Pramono Anung, Ario Bimo, Almarhum Tjahjo Kumolo, Arif Wibowo, Budiman Sudjatmijo, Ganjar Pranowo, dan lain-lain.
Baca konten dengan topik ini, di sini: Beda Sikap dengan Pemerintah dan 8 Partai Politik, PDIP Dukung Proporsional Tertutup di Pemilu
Hasto Kristiyanto menegaskan PDIP akan konsisten dengan sikap awal berharap berlakunya proporsional tertutup.
Baca Juga:
Penerjemah dan Insan Media dari Tiongkok dan Berbagai Negara Bahas Penggerak Baru Pembangunan Yantai
Jiahui Buka Pusat Terapi Sel Internasional, Perluas Akses Pengobatan CAR-T secara Global
Envision Energy Hadirkan Sistem Energi Baru Berbasis AI untuk Industri Tambang dan Pengolahan Logam
Karena proporsional tertutup membuat iklim politik di Indonesia tidak dikuasai kapital untuk menuai popularitas.
“Dalam proporsional terbuka yang sering terjadi melekat unsur nepotisme dan unsur mobilisasi kekayaan untuk mendapatkan pencitraan dukungan bagi pemilih,” kata Hasto.
Bagi PDIP, sistem proporsional tertutup disertai dengan kesadaran untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas kepemimpinan dari seluruh anggota dewan.
Maka hal itu, menurutnya, harus dipersiapkan dengan baik melalui kaderisasi partai.
“Jadi bukan sekadar popularitas atau mobilisasi kekuasaan kapital,”
katanya di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 Januari 2023.
“Di dalam proporsional terbuka yang sering terjadi adalah melekat unsur nepotisme dan melekat unsur mobilisasi kekayaan untuk mendapatkan pencitraan dukungan bagi pemilih,” kata Hasto.***











