Sri Mulyani Sebut Transisi Ekonomi Rendah Karbon Berikan Peluang Sekaligus Tantangan

- Pewarta

Kamis, 27 Oktober 2022 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok. kemenkeu.go.id)

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Dok. kemenkeu.go.id)

TERKINIPOST.COM – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa transisi menuju ekonomi rendah karbon dan dekarbonisasi menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Ini memberi peluang karena ekonomi rendah karbon dapat mengkatalisasi pertumbuhan pasar yang penting termasuk teknologi energi bersih, meningkatkan kesempatan kerja di sektor berkelanjutan, dan juga mendukung transformasi sektor energi global.

Namun, Menkeu juga mengingatkan bahwa terdapat tantangan dikarenakan besarnya pembiayaan yang diperlukan untuk mengubah ekonomi berbasis fosil.

“Sebagai Presidensi G20 tahun ini, Indonesia telah mempromosikan agenda energi transisi yang berkelanjutan, termasuk dengan mengembangkan kerangka keuangan transisi.”

“Kami telah mengumumkan mekanisme transisi energi kami selama COP26 di Glasgow,” terang Menkeu saat menghadiri acara Governors Roundtable Meeting AIIB secara virtual pada Rabu 26 Oktober 2022

Menkeu melanjutkan bahwa platform Energy Transition Mechanism (ETM) dirancang untuk mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga batubara dan mempromosikan pengembangan energi terbarukan.

Melalui platform ini diharapkan dapat memperoleh skema pembiayaan yang tepat dan pendekatan transisi yang menguntungkan baik bagi masyarakat, ekonomi regional serta lingkungan.

Kami sekarang bekerja dengan mitra pembangunan kami termasuk MDB melalui country platform ETM kami untuk mengimplementasikan program dan mengumumkan proyek percontohan yang dipilih dalam KTT G20 pada bulan November.

Kami sangat mengharapkan partisipasi dari AIIB dalam program ini.  MDB termasuk AIIB, perlu berkolaborasi dan mendukung transisi ekonomi global yang tertib dan terjangkau menuju keberlanjutan,” jelas Menkeu.

Menurut Menkeu, AIIB perlu mendorong perkembangan iklim dan keselarasan instrumen keuangan yang berkelanjutan termasuk instrumen pasar modal yang berkelanjutan serta fasilitas pengurangan risiko.

AIIB juga harus dapat memberikan bantuan teknis untuk membantu klien mempersiapkan proyek yang visibel sehingga dapat dibiayai oleh bank.

“Untuk itu AIIB perlu terus membangun keahlian dan kapasitas internal termasuk menambah jumlah tenaga ahli dan staf di bidang ini. ”

“Kami berharap dapat melihat lebih banyak komitmen dari AIIB untuk mendukung anggota dalam program transisi energi dan ingin melihatnya tercermin dalam revisi berkelanjutan dari strategi sektor energi AIIB,” kata Menkeu.***

Berita Terkait

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Inflasi Pangan Turun 2,31 Persen, Beras SPHP Jadi Penopang
Rp 5.500/kg! Harga Jagung Khusus untuk Peternak Unggas Disiapkan
Produksi Beras Naik 11 Persen, Indonesia Diganjar Peringkat Dunia
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
CSA Index Agustus 2025 Tunjukkan Kepercayaan Pasar Modal Pulih dengan Cepat
Strategi PHE ONWJ Tingkatkan Keamanan Migas Dengan Peremajaan Pipa Laut Tua

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Selasa, 9 September 2025 - 08:12 WIB

Inflasi Pangan Turun 2,31 Persen, Beras SPHP Jadi Penopang

Selasa, 2 September 2025 - 14:02 WIB

Rp 5.500/kg! Harga Jagung Khusus untuk Peternak Unggas Disiapkan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Produksi Beras Naik 11 Persen, Indonesia Diganjar Peringkat Dunia

Berita Terbaru