TERKINIPOST.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyampaikan dirinya mengumpulkan para pimpinan partai politik (parpol) pendukungnya guna membahas situasi politik terakhir.
Menurut Prabowo, ketegangan horizontal sempat membuncah pada Pilpres 2019 bahkan memicu tragedi 22 Mei.
Prabowo bercerita suatu kondisi yang bila dilanjutkan akan mengancam stabilitas.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Ruijie Networks Gelar 2026 SBG APAC Channel Partner Summit di Chongqing; Luncurkan Merek SME Cybrey

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lalu, tiba-tiba utusan Jokowi mendatanginya dan mengajukan rekonsiliasi.
“Saya setuju rekonsiliasi dan baik, kami terima. Dan waktu itu, Gerindra diminta masuk pemerintah,” ujarnya.
Meskipun bersepakat rekonsiliasi, Prabowo sempat menolak ajakan Jokowi agar masuk ke dalam pemerintahan, termasuk menjadi menteri.
Baca Juga:
Kebangkitan Desa Pegunungan: “Homestay Economy” di Guizhou Jadi Angin Segar bagi Desa-Desa Etnik
Dirinya mempetimbangkan perasaan para emak-emak pendukungnya.
Berita selanjutnya, klik di sini: Inilah Kisah Utusan Jokowi Ajukan Rekonsiliasi hingga Prabowo Sempat Tolak Ajakan Masuk Pemerintah
Artikel dikutip dari media online Indonesiaraya.co.id – portal berita nasional. Terima kasih.***
Baca Juga:
Hisense Lansir Seri UR9, Terobosan Baru dalam Displai True RGB MiniLED
Brandwatch Perluas Cakupan Data di Asia Pasifik Untuk Perkuat Wawasan Global Bagi Pemasar
















