TERKINIPOST.COM -Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan soal penyelidikan terkait pembelian pesawat mirage 2000-5 dari Qatar.
Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Perkasa Roeslani membantah adanya dugaan penyelidikan terkait pembelian pesawat mirage 2000-5 dari Qatar yang dilakukan oleh Prabowo.
Sebelumnya, lembaga anti korupsi Uni Eropa The Group of States Against Corruption (GRECO) dikabarkan tengah melakukan pengusutan dugaan korupsi.
Hal itu terkait pembelian bermasalah 12 pesawat Mirage 2000-5 dari Qatar oleh Menteri Pertahanan (Menhan) sekaligus Capres Prabowo Subianto.
Baca Juga:
KPK Jangan Tebang Pilih Terkait Dugaan Kasus Gratifikasi Kaesang Pangarep dan Mario Dandy
Pertarungan Bulu Tangkis Dunia di Jakarta! Beli Tiket Early Bird BDMNTN-XL Sebelum Kehabisan!
Adapun, pembelian jet tempur Mirage bekas tersebut senila 792 juta USD atau setara sekitar Rp 12,4 triliun.
Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa hal tersebut merupakan berita fitnah atau hoaks.
Baca artikel lainnya di sini : Politisi Budiman Sudjatmiko Ingatkan Aktivis Tak Ikut-Ikutan Agenda Asing, Himbauan Terkait Film ‘Dirty Vote’?
Hoaks ditujukan untuk menyudutkan calon Presiden nomor urut 2 dikala detik-detik pencoblosan pada pemilu 2024.
Baca Juga:
Rosan mengaku bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan terhadap lembaga anti korupsi Uni Eropa The Group of States Against Corruption (GRECO).
Lihat juga konten video, di sini: Bersama Prabowo dan Ratusan Ribu Warga di Sidoarjo, Jawa Timur, Gus Miftah Pimpin Sholawat
Namun, ia menyatakan tidak ditemukannya penyelidikan terkait pembelian pesawat mirage yang dimaksud.
“Jadi tidak ada sama sekali permintaan itu karena di dalam berita yang kita baca, ada permintaan yang mereka lakukan kepada pemerintah Amerika melalui departemen of state,” ujar Rosan.
Baca Juga:
PM Timor Leste Xanana Gusmao Sebut Prabowo Subianto akan Jadi Presiden Indonesia yang Luar Biasa
Pihak Istana Tanggapi Tudingan Wawancara Presiden Jokowi Merupakan Gimmick atau Settingan
“Saya cek langsung baik yang di Washington DC maupun di kedutaan besar Amerika-Indonesia tidak pernah ada permintaan itu sama sekali.”
“Dari ini juga menambah bukti bukti bahwa perintah itu adalah berita yang palsu, berita hoax,” lanjutnya.
“Saya lihat memang pada akhir akhir ini makin keras, fitnah atau berita berita hoaks yang menyudutkan Pak Prabowo.”
“Maupun mas Gibran yang semakin keras di sana,” kata Rosan dalam konferensi persnya, Sabtu 10 Februari 2024.***
Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Terkinipost.com dan Bisnispost.com