Penurunan atau Pengurangan Pembelian Imbangi Kenaikan Harga Telur di Tingkat Eceran

- Pewarta

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 16:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Telur Naik Volume Penjualan Menurun. (Pexels.com/karolina grabowska)

Harga Telur Naik Volume Penjualan Menurun. (Pexels.com/karolina grabowska)

TERKINI POST – Naiknya harga telur di tingkat eceran membuat masyarakat mengakalinya dengan membeli tidak secara penuh, atau dalam jumlah kecil.

Misalnya kalau biasanya beli sekilo, sekarang hanya beli setengah.

Fakta itu berdasarkan cerita dari pedagang yang berjualan di Pasar Palmerah, Jakarta.

Seperti dilansir dari Antara, para pedagang merasakan makin sering konsumen membeli telur dalam volume kecil.

“Sudah seminggu ini harganya Rp32.000. Kemarin sempat Rp31.000 per kilogram, sekarang malah naik lagi,” kata Suryanah, pedagang sembako di Pasar Palmerah, Jumat 25 Agustus 2022

“Sekarang jarang ada yang beli di atas sekilo. Ya begitulah fakta yang terjadi,” Suryanah, menambahkan.

Syawal, pedagang sembako lainnya di Pasar Slipi, Jakarta, juga mengungkapkan harga telur yang terus mengalami kenaikan.

Bahkan kenaikan terjadi rata-rata tiap tiga hari sekali.

“Dari kemarin naik Rp1.000 per tiga hari. Sekarang sudah tembus Rp32.000 per kilogram,” ujar Syawal.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Kamis 25 Agustus 2022, memimpin rapat stabilisasi harga dan pasokan telur ayam ras.

Dalam rapat itu diungkap harga rata-rata nasional telur ayam ras.

Mendag menginformasikan harga telur di tingkat peternak sekitar Rp27.500 per kilogram.

Itu meningkat 1,3 persen dari pekan sebelumnya, atau naik 9,1 persen dari bulan lalu.

Sedangkan harga telur di tingkat eceran angkanya mencapai Rp31.000 per kilogram.

Jika dihitung persentasenya, ada kenaikan 1,6 persen dari pekan sebelumnya dan 5,8 persen bulan lalu.

Fenomena itu membuat Kemendag mengimbau peternak layer (ayam petelur) di tingkat mandiri, segera mengembalikan performa produksi sampai titik normal.

Salah satunya tidak melakukan afkir dini, mengingat permintaan telur ayam ras akan terus meningkat.***

Berita Terkait

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
Inflasi Pangan Turun 2,31 Persen, Beras SPHP Jadi Penopang
Rp 5.500/kg! Harga Jagung Khusus untuk Peternak Unggas Disiapkan
Produksi Beras Naik 11 Persen, Indonesia Diganjar Peringkat Dunia
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
CSA Index Agustus 2025 Tunjukkan Kepercayaan Pasar Modal Pulih dengan Cepat
Strategi PHE ONWJ Tingkatkan Keamanan Migas Dengan Peremajaan Pipa Laut Tua

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 16:04 WIB

Waspada Modus Penipuan Lowongan Pekerjaan Mengatasnamakan PT Sumbawa Timur Mining

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Selasa, 9 September 2025 - 08:12 WIB

Inflasi Pangan Turun 2,31 Persen, Beras SPHP Jadi Penopang

Selasa, 2 September 2025 - 14:02 WIB

Rp 5.500/kg! Harga Jagung Khusus untuk Peternak Unggas Disiapkan

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:31 WIB

Produksi Beras Naik 11 Persen, Indonesia Diganjar Peringkat Dunia

Berita Terbaru