TERKINIPOST.COM – Hasil survei Center for Political Communication Studies (CPCS) menunjukkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi calon presiden (capres) favorit.
Dengan elektabilitas 27,7 persen disusul Ganjar dengan 25,3 persen dan Anies Baswedan dengan 13,5 persen.
“Prabowo dan Ganjar terus bersaing di papan atas bursa bacapres,” kata peneliti senior CPCS Hatta Binhudi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, 4 September 2023.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Program Tahun Baru Imlek WePlay di Asia Tenggara Tampil di App Store Today dan Today Collection
Furniture China Luncurkan Edisi Bersejarah pada 2026: Desain yang Menciptakan Peluang Bisnis
ICP DAS-BMP Pamerkan Seluruh Inovasi TPU Standar Medis di CMEF dan Medtec Japan 2026

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Hatta Binhudi, dominasi Prabowo Subianto dan Ganjar dalam pertarungan menuju Pilpres 2024 hampir tak terbendung.
Meski sempat melorot usai kehebohan Piala Dunia U20, elektabilitas Ganjar mulai rebound kembali ke posisi pada awal tahun.
Baca artikel lainnya di sini: Prabowo Subianto Lebih Unggul dari Ganjar Pranowo dalam Simulasi Pilpres Head to Head Versi Survei CPCS
Baca Juga:
“2026 Yili Online Tour” telah Dimulai: Global Recruitment for “Yili Quality Ambassadors” Now Open!
PCHi 2026: Pameran Bahan Kosmetik Terbesar di Dunia Digelar di Hangzhou
Namun Prabowo Subianto berhasil menyalip Ganjar pada survei April 2023 dan terus melanjutkan tren kenaikan elektabilitas.
“Prabowo bahkan berhasil merangkul partai-partai besar di Senayan, khususnya dari elemen Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yaitu Golkar dan PAN,” jelas Hatta Binhudi.
Ganjar saat ini diusung oleh PDIP dan PPP, sedangkan sisanya partai-partai non-parlemen seperti Hanura dan Perindo.
PKB yang sebelumnya bersama Gerindra membentuk koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) kini bergabung dengan NasDem untuk mengusung Anies.
Baca Juga:
[MWC 2026] Menyambut Era “AI Calling”: Visi Ookla untuk Standar Kualitas Layanan Suara Versi Terbaru
Peristiwa menarik terjadi di kubu Koalisi Perubahan, setelah Demokrat memutuskan menarik diri karena protes atas masuknya PKB.
Tidak hanya itu, Anies-Cak Imin langsung dideklarasikan sebagai bakal capres-cawapres.
“Kubu Anies tampaknya tidak ingin menghendaki persoalan bakal cawapres ini berlarut-larut hingga menggerus elektabilitas,” terang Hatta.
Figur Cak Imin dipilih mengingat Anies dirasa lemah basis dukungannya di Jawa Timur yang merupakan basis Nahdlatul Ulama (NU).
Dengan dideklarasikannya Anies-Cak Imin, setidaknya bisa terbentuk tiga pasangan bakal capres-cawapres yang dikuasai tiga besar bakal capres.
Tidak menutup kemungkinan sampai empat pasangan, jika terjadi dinamika lanjutan menjelang pendaftaran ke KPU pada Oktober 2023.
Di luar tiga besar, ada pula nama-nama seperti Puan Maharani (4,3 persen), Ridwan Kamil (4,2 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (4 persen).
Erick Thohir (3,4 persen), dan Sandiaga Uno (3,3 persen. Erick dan Sandi masuk dalam radar cawapres untuk Prabowo dan Ganjar.
Selain itu masih ada nama-nama seperti putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka (1,7 persen), Khofifah Indar Parawansa (1,5 persen).
Airlangga Hartarto (1,1 persen), Lalu ada Andika Perkasa (0,8 persen), Mahfud M.D. (0,7 persen), dan Yenny Wahid (0,5 persen).
Nama-nama lain memiliki elektabilitas yang sangat kecil, dan sisanya menyatakan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 7,7 persen.
“Dinamika politik masih sangat cair di tengah waktu yang tersisa dua bulan menuju pendaftaran capres-cawapres,” pungkasnya.
Survei CPCS dilakukan pada 21-27 Agustus 2023, dengan jumlah responden 1200 orang mewakili 34 provinsi yang diwawancarai secara tatap muka.
Metode survei adalah multistage random sampling, dengan margin of error 2,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.***
















