![]() |
SINGAPURA, 9 Juni 2026 /PRNewswire/ — Meski sentimen rekrutmen tenaga kerja di Asia Pasifik dan Timur Tengah (APME) melambat pada Triwulan III-2026, perusahaan pemberi kerja tetap menunjukkan kesediaan untuk membayar premi kepada pekerja yang menguasai keterampilan kerja tertentu. Keterampilan tersebut mencakup literasi kecerdasan buatan (AI), kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, serta kerja tim. Tren ini terungkap dalam edisi terbaru "ManpowerGroup Employment Outlook Survey".
Menurut survei yang melibatkan 13.168 perusahaan di 11 negara dan wilayah APME ini, 43% perusahaan berencana menambah jumlah karyawan pada triwulan mendatang. Sementara itu, 15% responden memperkirakan akan mengurangi jumlah tenaga kerja, sedangkan 41% lainnya tidak berencana melakukan perubahan. Temuan tersebut menghasilkan Net Employment Outlook (NEO) yang telah disesuaikan secara musiman sebesar +28%, turun 10 poin dari Triwulan II-2026, namun masih stagnan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
"Perlambatan sentimen rekrutmen yang terjadi di berbagai negara di APME mencerminkan kondisi bisnis yang semakin menantang pada Triwulan III-2026, dipicu oleh ketegangan geopolitik, gangguan rantaian pasok, dan tekanan biaya yang terus meningkat," ujar François Lançon, Regional President Asia Pacific & Middle East, ManpowerGroup. "Dampak dari berbagai faktor tersebut berbeda-beda di setiap pasar. Kondisi tersebut menghambat tingkat kepercayaan pelaku usaha, terutama di negara-negara yang lebih bergantung pada perdagangan internasional dan sektor energi. Di sisi lain, pasar yang ditopang permintaan domestik yang kuat, serta pertumbuhan sektor teknologi masih memiliki daya tahan yang relatif lebih baik. Meski demikian, kalangan perusahaan kini lebih berhati-hati dalam merekrut tenaga kerja, sejalan dengan dampak lanjutan dari lonjakan biaya energi dan biaya operasional."
Selain mengukur rencana rekrutmen, survei ini juga mencermati keterampilan teknis dan nonteknis yang memiliki nilai tambah sehingga perusahaan bersedia membayar premi untuk triwulan mendatang. Di kawasan APME, perusahaan bersedia membayar premi untuk teknis seperti literasi AI (69%), pengembangan model dan aplikasi AI (68%), serta keterampilan penjualan dan pemasaran (66%). Sementara itu, pada kategori keterampilan nonteknis (soft skills), perusahaan paling menghargai kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kerja tim (74%). Selanjutnya, kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (71%) juga menjadi kompetensi yang banyak dicari. Adapun kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar, serta profesionalisme dan etos kerja, sama-sama dinilai penting dengan persentase 70%.
Temuan selengkapnya: https://www.manpower.com.sg/en/meos-apme
Tentang ManpowerGroup
ManpowerGroup® (NYSE: MAN), penyedia solusi ketenagakerjaan terkemuka di dunia, membantu berbagai perusahaan mentransformasi dunia karier yang cepat berubah. ManpowerGroup merekrut, mengevaluasi, mengembangkan, dan mengelola SDM guna mendukung kesuksesan perusahaan. Sejumlah merek yang berada dalam naungan – Manpower, Experis, dan Talent Solutions – telah meningkatkan nilai tambah kandidat pekerja dan klien di lebih dari 70 negara dan wilayah selama lebih dari 75 tahun.



















