TERKINIPOST.COM – Sejumlah pakar dan ahli kesehatan mengungkap puasa sebulan penuh yang dilakukan umat Islam tak hanya memberikan manfaat secara spiritual.
Ibadah wajib di bulan Ramadhan ternyata bermanfaat secara fisik dan mental.
President of the General Cadre Doctors Association (GCDA), Punjab, dr Masood Shaikh mengatakan ketika seseorang berpuasa, jumlah sel otak meningkat dan kinerja kognitif meningkat.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penurunan kadar kortisol selama Ramadhan mengurangi ketegangan dan tekanan psikologis,” ujar dr Masood Shaikh seperti dikutip dari laman dailytimes.com.pk.
Masood menyebut 61,7 persen umat Islam tinggal di kawasan Asia-Pasifik, yang menghadapi ancaman diabetes dan obesitas.
Menurut dia, puasa mengurangi kemungkinan obesitas, penyakit jantung, dan stroke.
Puasa juga dipercaya dapat mengurangi ukuran perut, menghilangkan polutan dari tubuh, dan secara keseluruhan memiliki pengaruh yang menguntungkan bagi kesehatan.
Dengan berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, nafsu makan berkurang dan ukuran perut juga berkurang.
Sehingga nafsu makan tetap rendah bahkan setelah Ramadhan dan obesitas berkurang.
“Selama Ramadhan, racun dalam lemak tubuh keluar dari tubuh, dan berdampak positif bagi kesehatan,” ucapnya.
Baca Juga:
Dia menambahkan, selama Ramadhan perubahan seperti itu terjadi pada tubuh dan tubuh mendapat lebih banyak energi meski dengan sedikit makanan. Proses ini berlanjut bahkan setelah Ramadhan.***
















