TERKINIPOST.COM – Sejumlah pakar dan ahli kesehatan mengungkap puasa sebulan penuh yang dilakukan umat Islam tak hanya memberikan manfaat secara spiritual.
Ibadah wajib di bulan Ramadhan ternyata bermanfaat secara fisik dan mental.
President of the General Cadre Doctors Association (GCDA), Punjab, dr Masood Shaikh mengatakan ketika seseorang berpuasa, jumlah sel otak meningkat dan kinerja kognitif meningkat.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penurunan kadar kortisol selama Ramadhan mengurangi ketegangan dan tekanan psikologis,” ujar dr Masood Shaikh seperti dikutip dari laman dailytimes.com.pk.
Masood menyebut 61,7 persen umat Islam tinggal di kawasan Asia-Pasifik, yang menghadapi ancaman diabetes dan obesitas.
Menurut dia, puasa mengurangi kemungkinan obesitas, penyakit jantung, dan stroke.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Puasa juga dipercaya dapat mengurangi ukuran perut, menghilangkan polutan dari tubuh, dan secara keseluruhan memiliki pengaruh yang menguntungkan bagi kesehatan.
Dengan berpuasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan, nafsu makan berkurang dan ukuran perut juga berkurang.
Sehingga nafsu makan tetap rendah bahkan setelah Ramadhan dan obesitas berkurang.
“Selama Ramadhan, racun dalam lemak tubuh keluar dari tubuh, dan berdampak positif bagi kesehatan,” ucapnya.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Dia menambahkan, selama Ramadhan perubahan seperti itu terjadi pada tubuh dan tubuh mendapat lebih banyak energi meski dengan sedikit makanan. Proses ini berlanjut bahkan setelah Ramadhan.***














