TERKINIPOST.COM – Sejumlah personel relawan gabungan di Ponorogo, Jawa Timur, langsung bergerak membangun jembatan darurat di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Jumat 17 Februari 2023.
Sebelumnya, jembatan di desa itu putus total akibat deraan banjir dua hari sebelumnya.
Jembatan darurat itu dibangun di area bekas jembatan yang terputus. Konstruksi jembatan menggunakan bahan hot rolled (baja serupa huruf ‘H’), dengan kombinasi anyaman bambu.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Creality Rayakan 12 Tahun Inovasi dengan KliTek™ dan Ekspansi Ekosistem Berbasis AI
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dimensi jembatan darurat itu dibangun lebih ideal dari yang lawas, yakni panjang 12 meter dengan 3 lonjor baja melintang horisontal sebagai landasan jembatan.
Kemudian, sebagai lantai jembatan dibuatkan anyaman bambu selebar 3 meter dengan panjang selaras.
“Alhamdulillah pembuatan jembatan darurat hari ini sudah selesai. Sudah bisa dilewati. Namun, hanya untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki.”
Baca Juga:
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
“Roda empat dilarang melintas,” tutur Sekretaris Desa Sidoharjo, Indadi, kepada jurnalis yang menghubunginya.
Soal biaya pembangunan jembatan darurat itu, menurut Indadi, sudah menghabiskan biaya sebesar Rp. 7 juta.
Besaran dana tersebut, sambungnya, sebanyak Rp. 2,6 juta diambilkan dari anggaran belanja desa keadaan darurat.
Sementara, Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Ponorogo kepada jurnalis yang meminta konfirmasi mengatakan, pembangunan jembatan darurat itu mengalami penambahan segi panjangnya.
“Iya, panjang jembatan ditambah sekitar 2 meter lagi. Itu setelah para relawan yang terlibat pengerjaan mengetahui adanya retakan tanah di area pondasi jembatan,” ungkap Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Ponorogo itu.
Jembatan darurat itu, lanjutnya, seutuhnya dikerjakan oleh para relawan kebencanaan setempat. Diantaranya, unsur BPBD Ponorogo, Dinas PU, TNI, relawan desa dan warga masyarakat setempat.
Pemerintah desa setempat berharap, keberadaan jembatan darurat itu dapat memperlancar kembali kegiatan publik desa, yang sempat tersendat sejak terputusnya jembatan.
Meski begitu, para pengguna jembatan diminta tetap berhati-hati, mengingat infrastruktur itu dibangun dengan rancang bangun bersifat darurat. (fin)***
















