TERKINIPOST.COM – Presiden Jokowi mengungkap dua alasan yang mempengaruhi keputusan untuk reshuffle kabinet.
Meskipun bukan yang utama, sisi politik bisa mempengaruhi keputusan perombakan menteri kabinet atau reshuffle.
“Yang utama memang performa, kinerja. Bahwa ada sisi politiknya, pasti juga ada, tapi itu bukan yang utama,” kata Jokowi.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
DuPont Siap Perkenalkan Inovasi Terbaru Tyvek® di Safe@Work 2026 Thailand
Lockton tetapkan Stéphane Lespérance sebagai CEO Divisi Kanada

SCROLL TO RESUME CONTENT
Presiden menyampaikan hal itu kepada awak media selepas menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-8 Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jakarta, Selasa malam, 31 Januari 2023.
Baca konten dengan topik ini, di sini: Reshuffle Kabinet Pemerintahan Jokowi, Grace Natalie: Waktu Presiden Sudah Tak Banyak Lagi
Ketika ditanya mengenai evaluasi kinerja jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju saat ini, Jokowi juga mengaku secara umum semuanya baik-baik saja.
Baca Juga:
Techman Robot Bidik Pasar Manufaktur Cerdas Asia Tenggara di Pameran Otomatisasi Thailand
Fortune Umumkan Daftar 500 Perusahaan Terbesar di Asia Tenggara Tahun 2026
“Ya kalau secara khusus pasti ada yang performanya, kinerjanya perlu dievaluasi.”
“Biasa toh, ada koreksi dari setiap dari setiap perjalanan kan biasa,” ujarnya.
Kendati demikian, Presiden kemudian tidak berkenan memberi jawaban secara tegas menteri bidang apa yang ia nilai kinerja dan performanya perlu dievaluasi.
“Mau tahu aja,” kata Jokowi singkat.
Sebelumnya, Presiden ditanya mengenai isu dirinya akan melakukan reshuffle menteri Kabinet Indonesia Maju.
Rabu 1 Februari 2023 yang bertepatan dengan Rabu Pon dalam kalender Jawa, Jokowi meminta khalayak untuk menunggu.***
















