Mengapa Pendukung Calon Presiden Anies Baswedan Didorong untuk Pilih Partai Pengusung?

- Pewarta

Senin, 31 Oktober 2022 - 13:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Nasdem Capreskan Anies Baswedan untuk Pemilu 2024. (Instagram.com/official_nasdem)

Partai Nasdem Capreskan Anies Baswedan untuk Pemilu 2024. (Instagram.com/official_nasdem)

TERKINIPOST.COM – Anda tau, ada upaya jegal Anies. Bagaimana caranya Anies tidak dapat tiket nyapres. Segala strategi dan daya upaya dilakukan.

Anda harus catat ini. Ada sejumlah partai yang ikut terlibat jegal Anies.

Jangan paradoks. Anda dukung Anies, tapi pilih partai yang jegal Anies. Ini sikap kagak konsisten. Anda bukan politisi. Mesti berpikir tegak lurus.

Ajak semua jadi teman. Dorong partai-partai itu untuk dukung Anies. Tapi, anda mesti ngerti, ada partai-partai yang terlibat untuk gagalkan Anies.

Konstituen mereka dukung Anies, tapi partainya berupaya jegal Anies. Terhadap partai seperti ini, anda mesti paham. Anda mesti ambil sikap tegas.

Anda yang ingin Anies jadi presiden. Anda yang ingin Indonesia ada perubahan. Anda yang ingin Indonesia punya masa depan dengan pilih Anies.

Anda harus berterima kasih kepada partai-partai yang usung Anies. Partai-partai yang siapin tiket buat Anies. Tanpa partai-partai itu, Anies tidak bisa nyapres.

Betapa berat apa yang dialami oleh partai-partai itu. Bujuk rayu, intimidasi sampai tawaran dua menteri, ini semua gara-gara dukung Anies.

Ada pula kader yang mundur gegara deklarasi Anies. Berat banget bro.

Jika anda dukung Anies, mestinya ada rasa empati dan senasib sepenanggungan dengan mereka. Partai-partai yang ambil risiko besar usung Anies.

Beri tiket Anies, itu besar sekali risikonya. Tidak mudah bro. Sebagai pendukung Anies, anda mesti support mereka. Caranya? Anda dukung mereka.

Anda pilih mereka. Anda menangkan mereka. Ini baru konsisten.

Anies dan partai pendukung itu satu paket. Dukungan anda mesti juga satu paket. Begitulah kalau berpikir lurus.

Misal nih, jika Nasdem, Demokrat dan PKS tanggal 10 Nopember ini konfirm deklarasi untuk usung Anies, anda para pendukung mesti punya tanggung jawab menangkan tiga partai itu.

Anda mesti hargai dan apresiasi kerja keras mereka, dan risiko yang telah mereka ambil.

Nasdem dibully habis setelah deklarasi Anies. Menteri-menterinya mau dicopot. PKS isunya dibujuk dengan dua menteri, tapui menolak. Demokrat, ketua umumnya mau dikudeta.

Partainya mau diambil. Jika mereka konsisten usung Anies, anda para pendukung Anies sepantasnya dukung dan menangkan mereka. Itu namanya saling support.

Di pihak sebelah, ada sejumlah partai yang hampir semua pemilihnya menginginkan Anies presiden, tapi dikhianati.

Anda, apa akan memberi suara buat partai-partai ini? Buat partai-partai yang khianati pemilihnya sendiri. Mikir bro….mikir….

Politik memang dinamis. Semua orang juga tahu bro. Tapi, perubahan bangsa ini kagak bisa ditawar-tawar bro.

Dan partai-partai pengusung Anies itu berada satu gerbong dengan kita untuk menatap perubahan itu bro. Mesti ada kerjasama dan jalin kekompakan.

Jika partai-partai pengusung Anies itu masing-masing punya suara di atas 10 persen, maka posisi Anies sebagai presiden juga akan semakin kuat dengan dukungan mereka.

Mereka akan konsisten kawal Anies hingga 2034, karena sudah merasakan manfaatnya secara nyata.

Mari bangun kolaborasi dengan partai-partai pengusung Anies. Kerja lebih keras lagi, lebih sistemik lagi dan kampanye lebih masif dan terukur lagi untuk menangkan Anies.

Fokus bagaimana Anies sukses untuk menjadi presiden. Siap hadapi semua rintangan dan hambatan.

Oleh: Alex Wibisono, Pemerhati Politik. ***

Berita Terkait

Heboh Rumah Jaksa Diisukan Digeledah, Ini Fakta dan Sikap Tegas Negara Menyikapi
Warga NTB Meriahkan Penutupan FORNAS VIII Bersama Slank dan Artis
Diplomat Muda Tewas Mencurigakan: Presiden Desak Penyelidikan Tanpa Intervensi
Vendor Bansos COVID-19 Wajib Patuhi Aturan Kontrak Meski Situasi Darurat
Jalan Sumut Lubang, Duit Rakyat Melayang: KPK Cokok Pejabat Korup
Wina Armada Sukardi Meninggal, Jejak Panjang Sang Pengawal Kebebasan Pers
Klarifikasi Bareskrim Soal Ijazah Jokowi Diapresiasi Istana: Pemerintah Fokus Pada Kerja Nyata
Nama Budi Arie Setiadi Disebut di Dakwaan Judi Online, Jaksa Berpeluang Panggil Sebagai Saksi

Berita Terkait

Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:42 WIB

Heboh Rumah Jaksa Diisukan Digeledah, Ini Fakta dan Sikap Tegas Negara Menyikapi

Kamis, 31 Juli 2025 - 09:34 WIB

Warga NTB Meriahkan Penutupan FORNAS VIII Bersama Slank dan Artis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 09:57 WIB

Diplomat Muda Tewas Mencurigakan: Presiden Desak Penyelidikan Tanpa Intervensi

Rabu, 23 Juli 2025 - 15:28 WIB

Vendor Bansos COVID-19 Wajib Patuhi Aturan Kontrak Meski Situasi Darurat

Senin, 7 Juli 2025 - 08:50 WIB

Jalan Sumut Lubang, Duit Rakyat Melayang: KPK Cokok Pejabat Korup

Berita Terbaru