TERKINIPOST.COM – Hubungan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dekat secara historis maupun ideologis.
“Dengan Pak Muhaimin ini kan hubungannya sangat dekat secara historis, secara ideologis,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
“Bahkan Pak Muhaimin Iskandar ini sama dengan Gus Ipul sudah seperti anak dari Ibu Megawati”.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Karena dulu juga dititipkan oleh Almarhum Gus Dur,” kata Hasto Kristiyanto di Rumah Aspirasi Relawan Ganjar Pranowo di Jakarta, Sabtu, 8 Juli 2023.
Oleh karena itu, Hasto Kristiyanto.
menilai pertemuan antara dua ketua umum partai itu dapat terjadi kapan saja, mengingat Megawati dan Cak Imin punya kedekatan.
Namun, Hasto Kristiyanto mengungkapkan Cak Imin dan PKB masih memohon waktu untuk melangsungkan pertemuan tersebut.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
“Tetapi dari PKB juga mohon waktu terlebih dahulu,” kata Hasto Kristiyanto menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan pertemuan Megawati dan Cak Imin.
Terlepas dari jadwal pertemuan yang belum ditetapkan, Hasto memastikan komunikasi PDIP dan PKB terjalin intens sampai saat ini.
Sehingga peluang untuk mempertemukan Megawati dan Cak Imin masih terbuka luas.
“Komunikasi (PDIP dan PKB) intens terus menerus dilakukan dengan berbagai latar belakang historis.”
Baca Juga:
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya
“Yang menunjukkan kedekatan hubungan antara Ibu Megawati Soekarnoputri dan Pak Muhaimin Iskandar,” ujar Hasto Kristiyanto.***














