TERKINIPOST.COM – Bareskrim Polri menduga ada keterlibatan oknum pemerintahan terkait kasus gagal ginjal akut.
Hal tersebut diketahui dari pengembangan penyelidikan, namun masih terus didalami.
“Untuk ke arah tersangka kami sedang dalami dan kami kembangkan.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Indikasi (tersangka) dari pemerintah pasti ada tapi sedang kami dalami,” jelas Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto kepada wartawan, Selasa 31 Januari 2023.
Menurut Pipit, terkait dengan peredaran obat memang ranah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Karenanya, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat BPOM dalam kasus gagal ginjal akut ini.
Baca Juga:
Asia-Pacific Media Forum Digelar di Guangdong, Tiongkok
Haier Pamerkan Ekosistem Smart Home Berbasis AI di IFA 2026
“Ragnarok Zero: Global” Disambut Antusias Usai Resmi Diluncurkan
“Kalau bicara pengawasan ini memang menjadi ranah BPOM.”
“Namun dalam investigasi ini bagaimana peranan BPOM, tentunya kita sedang mendalami,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menangkap dua buronan kasus gagal ginjal akut.
Para DPO yang diamankan tersebut merupakan Petinggi CV Samudera Chemical berinisial E dan AR.
Baca Juga:
Hisense Perkenalkan Peran AI yang Mempermudah Aktivitas Sehari-hari di IFA 2026
Dahua Technology Hadirkan Solusi Hunian Cerdas Terintegrasi di IFA Berlin 2026
Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto mengatakan pihaknya juga telah menangkap dua tersangka lain di antaranya AIG selaku Dirut CV Anugrah Perdana Gemilang dan Direkturnya inisial AS.
“Penyidik juga menetapkan empat tersangka baik perorangan yang kaitannya dengan korporasi juga,” ujar Pipit Rismanto kepada wartawan, Senin 30 Januari 2023.
“Kemudian telah dilakukan penahanan walaupun rekan-rekan sudah mengetahui sebelumnya bahwa dua sebelumnya sudah dinyatakan DPO, dan satu minggu yang lalu kita lakukan penangkapan,” sambungnya.***










