Gerakan Pangan Murah Digenjot agar Masyarakat Peroleh Pangan Pokok dengan Harga Wajar dan Berkualitas

- Pewarta

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Dok. TIm Komunikasi Bapanas)

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi. (Dok. TIm Komunikasi Bapanas)

TERKINIPOST.COM – Aksesibilitas masyarakat terhadap pangan pokok dengan harga yang terjangkau dan berkualitas menjadi target pencapaian yang ingin diraih Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Skema operasi pasar murah melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) secara konsisten dan beruntun dilaksanakan.

Oleh Bapanas bersama pemerintah daerah dengan bekerja sama dengan BUMN, BUMD, pelaku swasta, dan UMKM.

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, sebagaimana dikutip Pangannews.com mengatakan melalui pelaksanaan GPM dapat lebih mendekatkan kehadiran pemerintah ke masyarakat.

Terutama tugas pemerintah terkait penyediaan pangan pokok dengan harga yang wajar dan baik bagi masyarakat.

GPM ini merupakan salah satu strategi pemerintah dalam upaya mengendalikan inflasi.

”Bapak Presiden Joko Widodo itu setiap berkunjung ke daerah, pasti selalu cek situasi pangan di pasar dan menanyakan tingkat inflasi.”

“Ini karena naik turunnya harga pangan itu sangat berkaitan dengan pergerakan inflasi.”

“Jadi beliau minta harga pangan selalu dijaga dan dikondisikan secara baik dan wajar,” kata Arief dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (10/7/2024).

“Melalui GPM di berbagai lokasi Tanah Air, pemerintah hadir menjadi lebih dekat ke masyarakat.”

“Dan masyarakat pun dapat memperoleh pangan dengan harga terbaik dan kualitasnya pun terjamin.”

“Operasi pasar murah ini pun telah terbukti dapat jadi salah satu instrumen pengendali inflasi yang cukup efektif,” sambungnya.

Adapun per 10 Juli, total GPM sejak Januari telah capai 5.734 kali. Rinciannya di Januari ada 517 kali di 14 provinsi dan 95 kabupaten kota.

GPM di Februari total ada 838 kali di 24 provinsi dan 170 kabupaten kota. Lalu GPM di Maret total 2.049 kali di 35 provinsi dan 339 kabupaten kota.

Pada April, GPM ada 1.008 kali di 34 provinsi dan 352 kabupaten kota. Untuk Mei, GPM 443 kali di 20 provinsi dan 88 kabupaten kota.

Di Juni ada 564 kali di 29 provinsi dan 167 kabupaten kota. GPM di bulan ini total sampai 10 Juli telah berhasil dilaksanakan di 127 lokasi.

Selanjutnya GPM akan terus dilanjutkan hingga akhir Juli pada 188 lokasi.

Sehingga total sementara GPM di Juli mencapai 315 kali yang tersebar pada 17 provinsi dan 101 kabupaten kota.

Jumlah ini akan dapat bertambah seiring kolaborasi NFA dengan pemerintah daerah yang terus bergulir.

Capaian GPM di paruh pertama 2024 ini telah jauh melebihi capaian di tahun sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, total GPM sampai tengah Desember 2023 berada di angka 1.591 lokasi.

Ini membuktikan komitmen serius pemerintah untuk terus menggerojok pasokan pangan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat luas dengan operasi pasar murah.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Kongsinews.com dan Infoemiten.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Jazirahnews.com dan Hellobekasi.com

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

WhatsApp Center: 08531555778808781555778808111157788.

Pastikan download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Berita Terkait

Keputusan dalam Tentukan Relaksasi Pemblokiran Anggaran, Kemenkeu Pastikan akan Tetap Selektif
Bapanas Intensifkan Pengawasan Keamanan, Jamin Penyelenggaraan Keamanan Pangan Segar
Bapanas Utamakan Keberlanjutan Produksi Jagung Pakan Dalam Negeri, Sokong Ekosistem Perunggasan Nasional
Kenaikan Tipis CSA Index Juli 2024 ke 61 Menunjukkan Optimisme Pasar yang Masih Tertahan di Tengah Ketidakpastian
Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil
Syamsi Hari Resmikan LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong SDM Kompeten untuk Indonesia Emas 2045
Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi dalam Sektor Keuangan
Badan Pangan Nasional Berharap Chef dan Nutrisionis Terlibat dalam Program Makan Siang Gratis
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 08:26 WIB

Keputusan dalam Tentukan Relaksasi Pemblokiran Anggaran, Kemenkeu Pastikan akan Tetap Selektif

Kamis, 11 Juli 2024 - 09:01 WIB

Gerakan Pangan Murah Digenjot agar Masyarakat Peroleh Pangan Pokok dengan Harga Wajar dan Berkualitas

Sabtu, 6 Juli 2024 - 13:59 WIB

Bapanas Intensifkan Pengawasan Keamanan, Jamin Penyelenggaraan Keamanan Pangan Segar

Sabtu, 6 Juli 2024 - 11:21 WIB

Bapanas Utamakan Keberlanjutan Produksi Jagung Pakan Dalam Negeri, Sokong Ekosistem Perunggasan Nasional

Kamis, 4 Juli 2024 - 15:41 WIB

Kenaikan Tipis CSA Index Juli 2024 ke 61 Menunjukkan Optimisme Pasar yang Masih Tertahan di Tengah Ketidakpastian

Selasa, 11 Juni 2024 - 07:54 WIB

Menko Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Pertamina akan Akuisisi Produsen Gula dan Ethanol dari Brazil

Senin, 10 Juni 2024 - 00:10 WIB

Syamsi Hari Resmikan LSP Perikanan Hias Indonesia di Nusatic 2024: Dorong SDM Kompeten untuk Indonesia Emas 2045

Jumat, 31 Mei 2024 - 04:08 WIB

Prakonvensi RSKKNI Pembiayaan: OJK Bahas Pentingnya Standar Kompetensi dalam Sektor Keuangan

Berita Terbaru