TERKINIPOST.COM – Ribuan umat dari berbagai penjuru berkumpul dengan khidmat di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada hari Minggu, 24 September 2023, untuk menghadiri Istighotsah Besar yang diadakan oleh Nahdhotul Aulia, sebuah gerakan keagamaan yang menekankan toleransi, perdamaian, dan penolakan terhadap radikalisme.
Pagi yang penuh berkah ini diisi dengan bimbingan keagamaan yang disampaikan oleh Syech Khatibul Umam Wiranu, pemimpin Nahdlatul Aulia.
Pemateri utama acara ini adalah Profesor Doktor KH. Said Aqil Siraj, mantan Ketua PBNU, yang memberikan wawasan yang dalam mengenai makna dan tujuan dari Nahdhotul Aulia.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Profesor Said Aqil Siraj menjelaskan esensi dari Nahdhotul Aulia sebagai kebangkitan jiwa para wali, bukan hanya bagi umat Muslim, tetapi untuk seluruh masyarakat, tanpa memandang agama atau kepercayaan.
Beliau menekankan pentingnya menyadari status sebagai wali Allah di bumi ini, yang harus menginspirasi untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan mempromosikan persatuan serta harmoni.
Perwakilan dari berbagai kalangan hadir dalam acara ini, termasuk Duta Besar Negara Sahabat, Pemimpin Thoriqoh, dan perwakilan dari pemerintahan Indonesia. Mereka mendengarkan dengan seksama pesan perdamaian, toleransi, dan penolakan terhadap ekstremisme yang disampaikan dalam Istighotsah Besar ini.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Kyai Haji Tipta, dalam khutbahnya, menegaskan pentingnya memupuk toleransi dan pemahaman antar komunitas yang beragam.
Dia mengingatkan bahwa dalam dunia yang semakin beragam, toleransi adalah kunci untuk membangun masyarakat yang saling menghormati dan bekerja sama dalam perdamaian.
Selain itu, Kyai Haji Tipta juga menekankan penolakan terhadap kekerasan dan radikalisme.
Nahdhotul Aulia dengan tegas menolak setiap bentuk ideologi yang mempromosikan kebencian dan perpecahan.
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Mereka mengajak seluruh anggota Nahdhotul Aulia dan masyarakat untuk berjuang bersama mempromosikan perdamaian dan memerangi radikalisme.
Acara ini memberikan panggung yang tepat bagi para pemimpin agama dan masyarakat untuk saling berbagi pemikiran dan membangun visi bersama untuk masa depan yang lebih harmonis dan damai.
Semoga pesan perdamaian dan toleransi yang disampaikan dalam Istighotsah Besar ini dapat menginspirasi masyarakat untuk bertindak demi kebaikan bersama dan mewujudkan dunia yang lebih baik dan berdamai.














