TERKINIPOST.COM – Ketua Umum (ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa, misi besar pemindahan Ibukota di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan bentuk keberanian berpikir.
Hal itu Prabowo Subianto sampaikan saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di DPP Golkar, Jakarta, Kamis, 31 Agustus 2023.
Kuliah umum bertajuk “Executive Education Program for Young Political Leaders” Batch-13 ini diselenggarakan Golkar Institute
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
CHiQ Raih “AI Home Ecosystem Brand Award”, Hadirkan Pengalaman Gaya Hidup Cerdas Lewat Inovasi AI
Konferensi Promosi Pariwisata Budaya Henan dan Pameran Budaya Heluo Digelar di Indonesia
Hisense Perpanjang Kemitraan dengan UEFA sebagai Sponsor Resmi UEFA EURO 2028

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Prabowo Subianto menyebut bahwa bentuk keberanian seperti itu diperlukan Indonesia untuk menjadi negara yang lebih maju.
Termasuk menjadi negara yang swasembada pangan dengan potensi 24 juta hektar rawa yang dapat dimanfaatkan.
Baca artikel lainnya, di sini: Fokus Ketahanan Air, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Sebut Unhan RI Kembangkan Prodi Air
Baca Juga:
Gupshup Meluncurkan Voice AI Platform Mandiri, Memperluas Interaksi Percakapan ke Panggilan Telepon
Kehidupan yang Didukung AI: TCL Hadirkan Inovasi AI dalam Kehidupan Sehari-hari di IFA 2026
Hisense Perkenalkan Konsep “Companion Living” Berbasis AI di IFA 2026
Potensi tersebut nantinya akan mampu membawa Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.
“Jangan main-main sama masalah pangan. Kita bisa swasembada pangan, sangat mampu. Ternyata Indonesia punya 24 juta hektar rawa.”
“Kalau dari 24 juta hektar rawa, 10 juta saja untuk pangan dan energi, kita bisa jadi lumbung pangan dunia,” kata Prabowo Subianto.
Maka untuk mencapai swasembada pangan, bangsa Indonesia harus mampu melangkah dengan penuh keberanian. Seperti layaknya keputusan untuk pindah ibukota.
“Jadi ini butuh keberanian, seperti pindah ibukota, itu keberanian berpikir,” tegas Prabowo Subianto.***














