TERKINIPOST.COM – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka lebih setuju pemilihan gubernur berbasis demokrasi sehingga masyarakat dapat berperan dalam tatanan pemerintahan.
“Kalau bisa seperti sekarang aja lah ya. Biar demokrasi tetap berjalan,” katanya di Solo, Senin 6 Februari 2023.
Ia mengatakan demokrasi akan berjalan dengan melibatkan masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Inisiatif Years of Culture Qatar Mengumumkan Negara Mitra Hingga Tahun 2030
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Luwih gayeng (lebih meriah) begini,” katanya.
Meski pada pemilu memerlukan anggaran besar tetapi, katanya akan tetap berguna mengingat warga harus tetap berpartisipasi pada pemilihan daerah.
Sebelumnya, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Bambang Soesatyo setuju jika gubernur tidak dipilih langsung oleh masyarakat melalui pemilu melainkan ditunjuk pemerintah pusat.
Baca Juga:
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara
Terkait dengan hal itu, Airlangga mengatakan sebagai partai politik pihaknya harus ikut pada penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU.
“Karena KPU ini adalah produk undang-undang dan undang-undang yang membuat DPR dan pemerintah, DPR adalah perwakilan partai politik,” katanya.
Ia juga mengelak jika pernyataan tersebut merugikan Partai Golkar.
“Kalau politik ini bukan untung rugi, yang untung rugi kalau kita bikin warung. Politik bukan soal itu,” katanya.***
Baca Juga:
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk














