TERKINIPOST.COM – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada seluruh anggota dan kader partainya, khususnya mereka yang sedang menjabat, untuk menghindari sikap lupa diri kepada rakyat.
“Pesan Bu Mega hindari sikap lupa kepada rakyat saat sudah menjabat.”
“Teruslah melakukan pergerakan turun ke bawah,” kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto saat mengisi Rapat Kerja Daerah (Rakerda) PDI Perjuangan Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Sabtu 3 Desember 2022.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mega, lanjut Hasto, juga mengingatkan bahwa berpolitik itu adalah bergerak ke bawah.
“Politik pemberdayaan, bukan politik mobilisasi. Apalagi, dengan upahan.”
“Turun ke bawah. Kalau anggota dewan tidak pernah turun ke bawah, jangan pernah jadi anggota dewan lagi. Ini kultur di PDI Perjuangan,” ujar Hasto.
Baca Juga:
High Tea bertema Winnie the Pooh Disney di SKAI
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
Menurut Hasto, hal itu sejalan dengan ideologi partai membela kepentingan rakyat miskin dan rakyat kecil.
Oleh karena itu, partainya mendorong semua kader untuk bergerak ke desa.
“Kami sadar betapa pentingnya membangun desa dengan turun ke bawah. Dari desa, kita bangun kemajuan Indonesia Raya.”
“Jadikan desa sebagai pusat dedication of life kita dalam menyejahterakan rakyat,” katanya.
Baca Juga:
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Shanxi Gelar Dialog Global tentang Pelestarian Warisan Budaya
Sekjen PDI Perjuangan ini mengemukakan bahwa turun ke bawah dan menggerakkan perekonomian rakyat jauh lebih penting daripada berbicara gimik politik terkait dengan isu Pilpres 2024.
“Turun ke bawah dan menggerakkan perekonomian rakyat jauh lebih penting daripada berbicara uang memanaskan politik nasional terkait dengan isu capres/cawapres,” kata Hasto.
Hal itu mengingat, kata Hasto, kultur yang dibangun soal capres/cawapres ini adalah ranahnya kewenangan dan mandat Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
“Maka, sambil menunggu itu mari menggelorakan semangat kader PDI Perjuangan dengan jati diri sebagai partai banteng untuk menyatukan diri dengan kekuatan rakyat,” kata Hasto.
Hasto mengajak anggota dan kader partainya merumuskan program-program perjuangan turun ke bawah, memenangkan hati rakyat dengan cara gotong royong sebagai kekuatan kolektif partai.
“Sekaligus dipersiapkan seluruh tahapan pemenangan pemilu dengan sebaik-baiknya,” kata Hasto.***














