APAKABAR NEWS – Menteri BUMN Erick Thohir harus segera mengevaluasi seluruh komisaris dan direksi dua BUMN besar, yakni PLN dan Telkom.
Pasalnya, para jajaran komisisaris dan direksi PLN dan Telkom seakan tutup mata bahkan cenderung tidak peduli akan kesemrawutan jaringan kabel yang ada di tengah-tengah masyarakat.
Tidak usah para komisaris dan direksi itu omong besar akan program-program besar, urus kabel semrawut saja tidak bisa.
ADVERTISEMENT
Baca Juga:
WEPACK 2027 Kembali Digelar di Shanghai, Satukan Seluruh Rantai Industri Kemasan
DBS Group Raih Gelar Bank Teraman di Asia untuk ke-18 Tahun Berturut-turut
Sungrow Hadirkan Solusi Microgrid Terintegrasi untuk Sektor Komersial dan Industri di Asia Tenggara

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal hal itu mereka lihat setiap hari. Ini bukti tidak ada rasa kepekaan di jajaran komisaris dan direksi PLN dan Telkom .
Menteri BUMN Erick Thohir bahkan kalau perlu mengganti seluruh jajaran komisaris/direksi PLN dan Telkom karena telah terbukti lalai dan tidak peka akan masalah sosial.
Bagaimana kita mau bicara soal program besar kalau yang remeh temeh saja mereka tidak mampu mengatasi.
Baca Juga:
CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI
Debut Global All-New TIGGO7 dan TIGGOX7 di CHERY Brand Night, Usung Semangat “Together. For Family”
Blokees Pamerkan Lebih dari 900 Produk di China Toy Expo 2026, Terus Perkuat Daya Saing Produk
Ke depan, Menteri BUMN Erick Thohir harus bisa memberikan tekanan kepada komisaris/direksi PLN dan Telkom untuk bisa membenahi masalah hal sepele itu.
Bahkan, jika perlu Menteri BUMN Erick Thohir memberikan batas waktu kepada komisaris/direksi PLN dan Telkom yang baru.
Misalnya dalam 100 hari ke depan tidak ada lagi kabel listrik milik PLN dan kabel telepon milik Telkom yang berseliweran.
Jika perlu semua harus terpasang di bawah tanah (under ground).
Baca Juga:
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Opini: Heriyonono Nayottama, Direktur Eksekutif 98 INSTITUTE.***














