BEIJING, 11 Oktober 2026 /PRNewswire/ — Serial animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) "Cang Hai Gui Xu" sukses menarik perhatian penonton dengan mengangkat warisan peradaban maritim berusia ribuan tahun di Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. Serial ini tayang perdana pada 6 Agustus lalu di platform drama pendek Hongguo dan media sosial Douyin yang sama-sama berada di bawah naungan Douyin Group.
Diadaptasi dari karya sastra lokal, serial ini terdiri atas 30 episode dengan durasi masing-masing sekitar dua menit. Ceritanya memadukan tema kelautan dan fantasi, serta membawa penonton menjelajahi dunia yang menggabungkan keduanya.
Serial tersebut telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali di Douyin sehingga berada di peringkat kelima dalam daftar drama pendek terpopuler di platform tersebut untuk kategori duet pria. Pemberitaan terkait serial ini di sejumlah media besar Tiongkok juga terus melesat, mencatat lebih dari 1,4 juta penayangan.
Sutradara Fu Weifeng mengatakan, tim produksi menjadikan lanskap asli Guangxi sebagai dasar pengembangan serial tersebut. Dengan bantuan AI, tim mengolah lokasi dan materi visual dari dunia nyata menjadi sajian artistik yang memadukan isu kelautan dengan kisah fantasi.
Untuk mendukung proses produksi dengan bantuan AI, tim juga membangun basis data khusus berisi unsur-unsur budaya Guangxi. Lebih dari 50 objek warisan budaya takbenda dan landmark setempat diubah menjadi label terperinci yang dapat dikenali sistem AI. Langkah ini turut mengintegrasikan kekayaan budaya Guangxi secara alami ke dalam alur cerita.
Tak hanya mengangkat budaya dan ekologi, serial ini juga menawarkan pendekatan baru dalam mengangkat karya sastra lokal ke layar kaca.
Menurut Zeng Pan, Wakil Pemimpin Redaksi Southern Cultural Forum, penggunaan teknologi AI dalam adaptasi karya sastra ke layar kaca menghadirkan inspirasi dan perspektif baru bagi sastra kontemporer.
Ia menjelaskan, animasi berbasis AI dapat mengatasi sejumlah kendala dalam mengadaptasi karya sastra lokal, antara lain dengan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi produksi. Pendekatan tersebut menjadi contoh potensial untuk mengadaptasi karya penulis Guangxi ke berbagai format media secara lebih hemat biaya, efisien, dan berkualitas tinggi.
Wan Xingwei, General Manager, Guangxi Film Group, mengatakan, perusahaannya akan membangun mekanisme kerja sama berkelanjutan dengan Asosiasi Penulis Guangxi. Kerja sama ini bertujuan menghubungkan karya sastra dengan produksi film dan televisi berbantuan AI di seluruh rantai industri.
Wan mengatakan, inisiatif tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem industri terpadu yang mencakup pengembangan karya sastra, produksi konten berbasis AI, hingga komersialisasi di pasar internasional.
Serial ini merupakan hasil kerja sama produksi sejumlah organisasi, termasuk Pusat Media Terpadu Distrik Qingxiu dan Guangxi Film Group. Tim produksi juga berupaya membawa serial tersebut ke pasar ASEAN melalui Pusat Inovasi Kolaboratif Kecerdasan Buatan Tiongkok–ASEAN.
Tautan artikel: https://en.imsilkroad.com/p/352472.html
















